{"id":13520,"date":"2026-10-12T20:16:12","date_gmt":"2026-10-12T12:16:12","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bali-island.com\/?p=13520"},"modified":"2026-10-12T20:16:15","modified_gmt":"2026-10-12T12:16:15","slug":"conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/","title":{"rendered":"Conociendo la etnia Bali Aga: Huellas del Bali antiguo que sigue vivo"},"content":{"rendered":"<p>Kalau mendengar kata Bali, mungkin yang langsung terbayang adalah pantai, pura, upacara adat, tari tradisional, atau suasana Ubud yang hijau. Namun, di balik Bali yang dikenal wisatawan saat ini, ada kelompok masyarakat yang masih mempertahankan tradisi lama mereka hingga sekarang, yaitu <strong>Bali Aga<\/strong>.<\/p>\n<p>Bali Aga sering juga disebut sebagai <strong>Bali Mula<\/strong>. Secara sederhana, istilah ini digunakan untuk menyebut komunitas Bali yang telah tinggal dan berkembang di Pulau Bali sebelum pengaruh Kerajaan Majapahit dari Jawa semakin kuat sekitar abad ke-14. Karena sejarah tersebut, beberapa desa Bali Aga memiliki adat, tata desa, ritual, hingga aturan sosial yang berbeda dari desa-desa Bali pada umumnya.<\/p>\n<p>Bagi wisatawan, mengenal Bali Aga bisa menjadi cara menarik untuk melihat sisi lain Bali. Bukan hanya berkunjung ke tempat wisata, tetapi juga memahami bagaimana tradisi yang sudah diwariskan selama beberapa generasi masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sampai sekarang.<\/p>\n<h2>Apa Itu Bali Aga?<\/h2>\n<p>Bali Aga bukan sekadar nama sebuah desa. Istilah ini merujuk pada sejumlah komunitas tradisional Bali yang mempertahankan banyak unsur budaya dan aturan adat dari masa Bali kuno.<\/p>\n<p>Masing-masing komunitas Bali Aga juga tidak selalu memiliki tradisi yang sama. Karena itu, pengalaman mengunjungi satu desa Bali Aga bisa terasa sangat berbeda dibandingkan desa lainnya.<\/p>\n<p>Ada desa yang terkenal karena kain tradisionalnya, ada yang memiliki tata ruang permukiman khas, dan ada pula yang dikenal karena tradisi pemakaman yang berbeda dari kebanyakan masyarakat Bali.<\/p>\n<p>Hal inilah yang membuat budaya Bali Aga sangat menarik untuk dipelajari. Kita bisa melihat bahwa kebudayaan Bali sebenarnya jauh lebih beragam daripada yang terlihat dari kawasan wisata populer.<\/p>\n<h2>Apa yang Membedakan Bali Aga dengan Masyarakat Bali Lainnya?<\/h2>\n<p>Salah satu hal yang paling mudah dilihat adalah kuatnya aturan adat di dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Beberapa desa Bali Aga memiliki aturan adat atau <strong>awig-awig<\/strong> yang telah dijalankan secara turun-temurun. Aturan tersebut bisa mengatur kehidupan masyarakat, penggunaan wilayah desa, upacara keagamaan, pernikahan, hingga pengelolaan alam.<\/p>\n<p>Bentuk desa dan bangunannya juga bisa berbeda.<\/p>\n<p>Saat masuk ke desa seperti Tenganan, misalnya, wisatawan akan melihat tata ruang desa yang teratur dengan bangunan tradisional di sepanjang area utama desa. Suasananya terasa berbeda dibandingkan kawasan wisata Bali yang sudah dipenuhi hotel, restoran, dan pertokoan modern.<\/p>\n<p>Namun, bukan berarti masyarakat Bali Aga hidup sepenuhnya terpisah dari dunia modern. Mereka tetap menjalani kehidupan masa kini. Yang menarik adalah bagaimana masyarakat setempat tetap berusaha menjaga adat dan identitas desa di tengah perubahan zaman.<\/p>\n<h2>Desa Tenganan Pegringsingan, Salah Satu Desa Bali Aga yang Terkenal<\/h2>\n<p>Kalau ingin mengenal budaya Bali Aga saat liburan, <strong>Desa Tenganan Pegringsingan<\/strong> di Kabupaten Karangasem menjadi salah satu tempat yang paling mudah dimasukkan ke dalam itinerary.<\/p>\n<p>Tenganan dikenal sebagai salah satu desa tua di Bali yang masih mempertahankan banyak tradisi Bali Aga. Desa ini memiliki tata ruang yang khas, kehidupan adat yang kuat, serta berbagai kerajinan tradisional.<\/p>\n<p>Salah satu yang paling terkenal adalah <strong>kain Gringsing<\/strong>.<\/p>\n<p>Kain ini dibuat menggunakan teknik tenun ikat ganda atau <em>double ikat<\/em>. Proses pembuatannya cukup rumit dan membutuhkan waktu yang panjang. Karena itulah kain Gringsing bukan hanya dianggap sebagai kerajinan biasa, tetapi juga menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Tenganan.<\/p>\n<p>Tenganan juga terkenal dengan tradisi <strong>Mekare-kare<\/strong>, yang sering disebut wisatawan sebagai Perang Pandan.<\/p>\n<p>Dalam tradisi ini, para peserta menggunakan daun pandan berduri sebagai bagian dari ritual. Tradisi tersebut berkaitan dengan penghormatan masyarakat Tenganan kepada Dewa Indra.<\/p>\n<p>Jika datang pada waktu yang tepat, wisatawan mungkin bisa menyaksikan bagian dari rangkaian upacara adat tersebut. Namun, perlu diingat bahwa ini merupakan tradisi keagamaan dan budaya masyarakat setempat, bukan sekadar atraksi wisata.<\/p>\n<h2>Trunyan dan Tradisi Pemakaman yang Berbeda<\/h2>\n<p>Selain Tenganan, ada juga <strong>Desa Trunyan<\/strong> di kawasan Kintamani, Kabupaten Bangli.<\/p>\n<p>Desa ini berada di sisi timur Danau Batur dan dihuni oleh masyarakat Bali Aga yang masih mempertahankan sejumlah tradisi leluhur. Salah satu tradisi yang membuat Trunyan dikenal hingga ke luar Bali adalah cara pemakamannya.<\/p>\n<p>Berbeda dengan upacara <strong>Ngaben<\/strong> yang lebih sering dikenal wisatawan, masyarakat Trunyan memiliki tradisi yang disebut <strong>Mepasah<\/strong>.<\/p>\n<p>Dalam tradisi tertentu, jenazah tidak dikremasi atau dikuburkan seperti biasanya, tetapi diletakkan di area pemakaman khusus dan dilindungi dengan susunan bambu.<\/p>\n<p>Di kawasan tersebut juga terdapat pohon yang dikenal sebagai <strong>Taru Menyan<\/strong>, yang menjadi bagian penting dari cerita dan kepercayaan masyarakat Trunyan. Nama Trunyan sendiri sering dikaitkan dengan kata <em>taru<\/em> yang berarti pohon dan <em>menyan<\/em> yang berkaitan dengan aroma harum.<\/p>\n<p>Bagi wisatawan, mengunjungi Trunyan bisa menjadi pengalaman budaya yang sangat berbeda.<\/p>\n<p>Namun, area pemakaman tetap merupakan tempat yang sakral. Jangan datang hanya untuk mengambil foto yang sensasional. Dengarkan penjelasan pemandu lokal, ikuti aturan setempat, dan minta izin sebelum memotret sesuatu yang berhubungan dengan ritual atau area sakral.<\/p>\n<h2>Apakah Bali Aga Masih Ada Sampai Sekarang?<\/h2>\n<p>Ya, komunitas Bali Aga bukan sekadar bagian dari cerita sejarah Bali. Masyarakatnya masih hidup dan menjalankan berbagai adat hingga sekarang.<\/p>\n<p>Tentunya kehidupan mereka juga berubah mengikuti perkembangan zaman. Teknologi, pendidikan, pariwisata, dan kehidupan modern sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat.<\/p>\n<p>Namun, di sejumlah desa, aturan adat, upacara, arsitektur, kerajinan, dan tradisi leluhur tetap dijaga.<\/p>\n<p>Karena itulah mengunjungi desa Bali Aga terasa berbeda dibandingkan mengunjungi museum. Wisatawan tidak sedang melihat budaya yang hanya tersimpan di balik kaca, tetapi melihat sebuah tradisi yang masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.<\/p>\n<h2>Tips Mengunjungi Desa Bali Aga<\/h2>\n<p>Jika ingin berkunjung ke desa Bali Aga, datanglah dengan cara yang sama seperti ketika kita bertamu ke rumah orang lain.<\/p>\n<p>Gunakan pakaian yang sopan, terutama jika berada di sekitar pura atau tempat upacara. Jangan masuk ke area yang dilarang tanpa izin. Sebaiknya tanyakan terlebih dahulu sebelum mengambil foto warga, upacara, atau benda yang dianggap sakral.<\/p>\n<p>Menggunakan pemandu lokal juga bisa membuat perjalanan jauh lebih menarik. Selain membantu memahami aturan desa, pemandu biasanya dapat menjelaskan cerita di balik bangunan, ritual, kerajinan, dan tradisi yang mungkin terlihat biasa jika kita hanya berjalan sendiri.<\/p>\n<p>Jika ada kerajinan lokal yang menarik, membeli langsung dari perajin juga menjadi salah satu cara sederhana untuk mendukung masyarakat setempat.<\/p>\n<p>Khusus ketika mengunjungi Trunyan dan area pemakamannya, wisatawan disarankan menjaga sikap, tidak menyentuh benda di sekitar area pemakaman, dan selalu mengikuti arahan masyarakat atau pemandu setempat.<\/p>\n<h2>Mengapa Bali Aga Menarik untuk Wisatawan?<\/h2>\n<p>Bali Aga menunjukkan bahwa Bali bukan hanya soal pantai dan tempat-tempat yang ramai di media sosial.<\/p>\n<p>Di balik perkembangan pariwisata yang sangat cepat, masih ada komunitas yang menjaga hubungan erat dengan adat, lingkungan, leluhur, dan aturan desa yang sudah diwariskan selama bertahun-tahun.<\/p>\n<p>Berkunjung ke desa Bali Aga juga bisa membuat perjalanan di Bali terasa lebih bermakna. Anda tidak hanya pulang dengan foto, tetapi juga dengan pemahaman bahwa kebudayaan Bali memiliki banyak lapisan dan setiap daerah bisa mempunyai tradisi yang berbeda.<\/p>\n<p>Jika selama ini Anda sudah pernah mengunjungi pantai, beach club, pura, atau sawah di Bali, mencoba wisata budaya ke Tenganan atau Trunyan bisa memberikan pengalaman yang benar-benar berbeda.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Bali Aga atau Bali Mula merupakan sebutan bagi komunitas Bali yang memiliki akar budaya tua dan masih mempertahankan berbagai tradisi leluhur hingga sekarang.<\/p>\n<p>Desa seperti <strong>Tenganan Pegringsingan<\/strong> terkenal dengan kain Gringsing dan tradisi Mekare-kare, sementara <strong>Trunyan<\/strong> dikenal dengan budaya serta tradisi pemakamannya yang khas.<\/p>\n<p>Bagi wisatawan, mengunjungi desa Bali Aga bukan hanya kesempatan untuk melihat sesuatu yang unik. Perjalanan ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal Bali dari sisi yang lebih dalam\u2014melihat bagaimana sejarah, kepercayaan, adat, dan kehidupan modern tetap berjalan berdampingan di Pulau Dewata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau mendengar kata Bali, mungkin yang langsung terbayang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13510,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[164],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-13520","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-cultura"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Suku Bali Aga dan Tradisinya di Bali<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kenali Bali Aga, masyarakat Bali kuno dengan adat, tradisi, dan kehidupan unik yang masih bisa ditemui hingga sekarang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"es_ES\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Suku Bali Aga dan Tradisinya di Bali\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kenali Bali Aga, masyarakat Bali kuno dengan adat, tradisi, dan kehidupan unik yang masih bisa ditemui hingga sekarang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Island\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/people\/Bali-Island\/61575583076902\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-12T12:16:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-12T12:16:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1791806820226.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1408\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Escrito por\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Tiempo de lectura\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutos\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#\/schema\/person\/fa4ad517d8835db1504e3c7c3ddd02ab\"},\"headline\":\"Conociendo la etnia Bali Aga: Huellas del Bali antiguo que sigue vivo\",\"datePublished\":\"2026-10-12T12:16:12+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-12T12:16:15+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/\"},\"wordCount\":1190,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1791806820226.webp\",\"articleSection\":[\"Cultura\"],\"inLanguage\":\"es\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/\",\"name\":\"Mengenal Suku Bali Aga dan Tradisinya di Bali\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1791806820226.webp\",\"datePublished\":\"2026-10-12T12:16:12+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-12T12:16:15+00:00\",\"description\":\"Kenali Bali Aga, masyarakat Bali kuno dengan adat, tradisi, dan kehidupan unik yang masih bisa ditemui hingga sekarang.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"es\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"es\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1791806820226.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1791806820226.webp\",\"width\":1408,\"height\":768,\"caption\":\"Ilustrasi suku bali aga\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/isla-de-bali-tu-guia-completa-de-bali-indonesia\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Conociendo la etnia Bali Aga: Huellas del Bali antiguo que sigue vivo\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/\",\"name\":\"Bali Island\",\"description\":\"Explore the Beauty of the Island of the Gods\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"es\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#organization\",\"name\":\"Bali Island\",\"alternateName\":\"BI\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"es\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/cropped-Untitled_design__13_-removebg-preview-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/cropped-Untitled_design__13_-removebg-preview-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Bali Island\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/people\/Bali-Island\/61575583076902\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#\/schema\/person\/fa4ad517d8835db1504e3c7c3ddd02ab\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"es\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/736da4bc12e223a28c23d17b545d8b2e.jpg?ver=1791632268\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/736da4bc12e223a28c23d17b545d8b2e.jpg?ver=1791632268\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/bali-island.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Suku Bali Aga dan Tradisinya di Bali","description":"Kenali Bali Aga, masyarakat Bali kuno dengan adat, tradisi, dan kehidupan unik yang masih bisa ditemui hingga sekarang.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/","og_locale":"es_ES","og_type":"article","og_title":"Mengenal Suku Bali Aga dan Tradisinya di Bali","og_description":"Kenali Bali Aga, masyarakat Bali kuno dengan adat, tradisi, dan kehidupan unik yang masih bisa ditemui hingga sekarang.","og_url":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/","og_site_name":"Bali Island","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/people\/Bali-Island\/61575583076902\/","article_published_time":"2026-10-12T12:16:12+00:00","article_modified_time":"2026-10-12T12:16:15+00:00","og_image":[{"width":1408,"height":768,"url":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1791806820226.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Escrito por":"Admin","Tiempo de lectura":"6 minutos"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/"},"author":{"name":"Admin","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#\/schema\/person\/fa4ad517d8835db1504e3c7c3ddd02ab"},"headline":"Conociendo la etnia Bali Aga: Huellas del Bali antiguo que sigue vivo","datePublished":"2026-10-12T12:16:12+00:00","dateModified":"2026-10-12T12:16:15+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/"},"wordCount":1190,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1791806820226.webp","articleSection":["Cultura"],"inLanguage":"es","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/","name":"Mengenal Suku Bali Aga dan Tradisinya di Bali","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1791806820226.webp","datePublished":"2026-10-12T12:16:12+00:00","dateModified":"2026-10-12T12:16:15+00:00","description":"Kenali Bali Aga, masyarakat Bali kuno dengan adat, tradisi, dan kehidupan unik yang masih bisa ditemui hingga sekarang.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#breadcrumb"},"inLanguage":"es","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"es","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1791806820226.webp","contentUrl":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/1791806820226.webp","width":1408,"height":768,"caption":"Ilustrasi suku bali aga"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/cultura\/conociendo-la-etnia-bali-aga-huellas-del-bali-antiguo-que-sigue-vivo\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/isla-de-bali-tu-guia-completa-de-bali-indonesia\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Conociendo la etnia Bali Aga: Huellas del Bali antiguo que sigue vivo"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#website","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/","name":"Bali Island","description":"Explore the Beauty of the Island of the Gods","publisher":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"es"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#organization","name":"Bali Island","alternateName":"BI","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"es","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/cropped-Untitled_design__13_-removebg-preview-1.png","contentUrl":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/cropped-Untitled_design__13_-removebg-preview-1.png","width":512,"height":512,"caption":"Bali Island"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/people\/Bali-Island\/61575583076902\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#\/schema\/person\/fa4ad517d8835db1504e3c7c3ddd02ab","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"es","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/736da4bc12e223a28c23d17b545d8b2e.jpg?ver=1791632268","contentUrl":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/736da4bc12e223a28c23d17b545d8b2e.jpg?ver=1791632268","caption":"Admin"},"sameAs":["http:\/\/bali-island.com"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13520","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13520"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13520\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13523,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13520\/revisions\/13523"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/wp-json\/wp\/v2\/media\/13510"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13520"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13520"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13520"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/es\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=13520"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}