Udah sering ke Bali tapi belum tahu bangunan mana yang paling tinggi? Ternyata bukan cuma GWK, lho! Ini dia 4 raksasa di Bali yang tingginya bikin geleng-geleng kepala.
GWK
Tahu nggak sih, Patung Garuda Wisnu Kencana atau GWK itu tingginya beneran ngeri, lho, nyampe 121 meter! Kalau dibandingin, patung ini jauh lebih tinggi daripada Patung Liberty di Amerika. Proses pembuatannya juga nggak main-main karena butuh waktu sekitar 28 tahun buat kelar. Bisa dibilang prosesnya “abadi” banget karena harus ngelewatin pergantian beberapa presiden dan berbagai krisis ekonomi sampai akhirnya resmi berdiri tahun 2018 kemarin.
Sosok jenius di balik kemegahan ini adalah maestro asal Bali, Nyoman Nuarta. Beliau milih pakai material kelas wahid, yaitu campuran tembaga dan kuningan, yang bikin patungnya kelihatan estetik banget kalau lagi kena sinar matahari. Karena lokasinya strategis di atas bukit kapur daerah Ungasan, Kuta Selatan, kamu sudah bisa lihat kegagahan patung ini dari kejauhan, bahkan pas pesawat kamu baru aja mendarat di Bandara Ngurah Rai.
Bajra Sandhi
Bicara soal ukuran, Monumen Bajra Sandhi ini tingginya mencapai 45 meter. Angka ini bukan asal pilih ya, tapi sengaja disamain dengan tahun kemerdekaan Indonesia, yaitu 1945. Monumen ini bener-bener jadi ikon di pusat kota Denpasar karena bentuknya yang unik banget mirip Genta atau lonceng yang biasa dipakai pendeta Hindu di Bali kalau lagi mimpin upacara.
Nah, yang keren dari bangunan ini adalah cara mereka masukin elemen tanggal kemerdekaan 17 Agustus 1945 ke dalam arsitekturnya. Coba deh kamu perhatiin:
- Ada 17 gerbang pintu masuk.
- Ada 8 pilar utama di bagian dalam monumen.
- Dan tingginya tadi yang 45 meter.
Jadi, sambil foto-foto estetik di sana, kamu secara nggak langsung lagi berdiri di atas simbol perjuangan bangsa. Lokasinya yang ada di tengah Lapangan Renon juga bikin suasananya adem meskipun di tengah kota. Kalau kamu kuat naik tangga melingkarnya sampai ke puncak (lantai 3), kamu bakal disuguhi view kota Denpasar dari ketinggian yang oke banget buat konten!
Bali Beach Hotel
Kalau kamu perhatiin, hampir semua bangunan di Bali itu tingginya nggak ada yang aneh-aneh, paling cuma 3 atau 4 lantai aja. Tapi Bali Beach Hotel (The Meru Sanur) ini beda sendiri karena tingginya mencapai 32 meter dengan total 10 lantai. Kenapa bisa gitu? Karena hotel ini dibangun di era Presiden Soekarno sekitar tahun 1963, jauh sebelum adanya aturan daerah yang melarang bangunan lebih tinggi dari pohon kelapa (sekitar 15 meter). Jadi, hotel ini ibaratnya dapet “hak istimewa” karena sudah berdiri duluan sebelum aturan itu disahkan.
Gara-gara tingginya yang mencolok ini, Bali Beach Hotel jadi landmark yang paling gampang dikenali di Sanur. Bayangin aja, di saat hotel lain harus “tunduk” sama tinggi pohon kelapa, hotel ini justru menjulang tinggi dan punya pemandangan laut yang bener-bener lepas tanpa penghalang. Meskipun tingginya mencapai 32 meter, konstruksinya kuat banget, lho. Buktinya, hotel ini tetap kokoh berdiri melewati berbagai zaman, bahkan setelah renovasi besar-besaran yang bikin tampilannya sekarang jadi jauh lebih mewah dan modern tanpa menghilangkan kesan historisnya sebagai hotel bintang lima pertama di Bali.
Menara Turyapada

Bicara soal tinggi, Menara Turyapada ini beneran nggak main-main. Secara fisik, bangunan menaranya sendiri punya tinggi sekitar 115 meter. Tapi, yang bikin dia makin gila adalah lokasinya yang ada di puncak bukit Desa Pegayaman, Buleleng, yang tingginya sudah sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut. Jadi, kalau ditotal dari permukaan laut, puncaknya itu menjulang sampai 1.636 meter! Berkat tinggi badannya ini, Menara Turyapada sukses ngalahin tinggi Menara Eiffel kalau dihitung dari permukaan laut, lho.
Ketinggian 115 meter ini juga bukan cuma buat pajangan doang. Fungsinya vital banget karena menara ini jadi pemancar sinyal TV digital dan telekomunikasi biar area Bali Utara nggak ada lagi yang namanya blank spot atau susah sinyal. Di dalamnya juga ada lantai-lantai yang didesain buat fasilitas keren, mulai dari restoran berputar sampai area observasi. Jadi, selain buat urusan teknologi, menara ini memang disiapkan jadi ikon wisata baru yang bikin kamu berasa lagi berdiri di atas awan sambil menikmati view Bali Utara yang tanpa batas.















