Kuliner Bali

Es Pisang Ijo: Dessert Manis Gurih

6
×

Es Pisang Ijo: Dessert Manis Gurih

Sebarkan artikel ini
Es Pisang Ijo

Es Pisang Ijo merupakan salah satu hidangan penutup (dessert) tradisional Indonesia yang paling populer, terutama berasal dari daerah Makassar di Sulawesi Selatan. Kehadirannya ditandai dengan warna hijau yang memikat, tekstur yang memadukan kelembutan dan kekenyalan, serta kombinasi rasa manis, gurih, dan dingin yang sangat menyegarkan. Lebih dari sekadar sajian pelepas dahaga, Es Pisang Ijo adalah manifestasi dari kekayaan budaya dan seni kuliner Indonesia yang patut dihargai. Kini, ketenaran Es Pisang Ijo telah melintasi batas-batas provinsi, menjadikannya duta kuliner yang memperkenalkan cita rasa Nusantara ke kancah yang lebih luas.Jejak Sejarah dan Asal-Usul

Memahami keunikan Es Pisang Ijo berarti menelusuri sejarahnya yang mendalam dalam tradisi masyarakat Suku Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan. Hidangan ini memiliki akar yang kuat dalam kebudayaan lokal dan diperkirakan telah menjadi bagian dari warisan kuliner selama berabad-abad.

Dahulu, Es Pisang Ijo kerap disuguhkan dalam berbagai upacara adat, festival penting, atau menjadi menu takjil istimewa selama bulan suci Ramadan. Masyarakat Bugis-Makassar memegang teguh filosofi di balik setiap hidangan. Warna hijau cerah pada pembungkus pisang sering diinterpretasikan sebagai simbol kemakmuran, kesuburan, dan keseimbangan hidup. Sementara itu, pisang sebagai bahan baku utama, melambangkan karunia dan anugerah alam. Oleh karena itu, menikmati sajian ini merupakan sebuah tindakan penghormatan terhadap tradisi leluhur dan nilai-nilai kultural yang diwariskan.

Penyebaran popularitas Es Pisang Ijo ke luar Sulawesi Selatan terjadi seiring dengan mobilitas penduduk Bugis-Makassar dan meningkatnya minat publik terhadap kuliner daerah. Hari ini, Es Pisang Ijo dapat dengan mudah dijumpai di berbagai tempat, mulai dari penjual kaki lima, gerai makanan di pusat perbelanjaan, hingga hidangan penutup di restoran-restoran bergengsi di seluruh Indonesia.Komposisi Rasa: Mengenal Lima Elemen Utama

Kunci kesempurnaan satu porsi Es Pisang Ijo terletak pada keseimbangan dari lima komponen utama yang bersinergi, menciptakan harmoni rasa dan tekstur yang khas.1. Pisang (Pisang Raja atau Kepok)

Pisang adalah inti dari hidangan ini. Jenis yang paling ideal adalah Pisang Raja atau Pisang Kepok, dipilih karena kepadatan dagingnya dan rasa manis alaminya. Pisang ini harus dikukus hingga benar-benar empuk sebelum diproses lebih lanjut. Kualitas bahan baku ini sangat menentukan; pisang yang kurang matang akan terasa pahit, sementara yang terlalu matang bisa mudah hancur dan merusak tekstur keseluruhan.2. Pembungkus Hijau (Kulit Pisang Ijo)

BACA  Sate Babi Khas Bali

Ini adalah elemen yang memberikan identitas visual dan nama pada hidangan. Kulitnya terbuat dari adonan yang terdiri dari tepung beras, santan kelapa, gula, dan yang paling penting, perasan daun suji dan/atau daun pandan.

  • Pewarna Alami: Secara tradisional, warna hijau yang indah dan mencolok diperoleh dari ekstraksi alami daun suji dan pandan. Selain warna, bahan-bahan ini juga menyumbang aroma harum yang khas. Meskipun beberapa produsen modern mungkin menggunakan pewarna makanan untuk konsistensi, aroma pandan tetap menjadi esensi rasa yang tidak boleh dihilangkan.
  • Tekstur: Adonan dimasak sambil diaduk terus-menerus (metode seperti membuat bubur) hingga mencapai konsistensi yang liat dan elastis. Adonan yang matang sempurna harus mampu membungkus seluruh permukaan pisang dengan lapisan yang merata dan halus.
  1. Bubur Sumsum Putih (Vla Gurih)

Komponen ini bertindak sebagai fondasi rasa gurih yang berfungsi sebagai penyeimbang rasa manis. Bubur sumsum dibuat dari tepung beras dan santan yang dimasak dengan sedikit garam hingga mencapai kekentalan yang lembut. Teksturnya yang halus dan rasa gurih santannya memberikan kontras yang lembut dan memperkaya cita rasa secara keseluruhan.4. Sirup Merah (Sirup Khas Makassar)

Secara turun-temurun, Es Pisang Ijo menggunakan sirup khusus dari Makassar, yang dikenal sebagai Sirup DHT. Sirup ini memiliki warna merah muda atau merah terang dan memiliki esensi rasa pisang ambon atau frambos. Sirup inilah yang memberikan sentuhan manis yang kuat. Jika Sirup DHT tidak tersedia, sirup rasa frambos atau cocopandan sering digunakan sebagai substitusi, meskipun Sirup DHT dianggap memberikan profil rasa yang paling otentik.5. Es Serut dan Susu Kental Manis

Untuk menyempurnakan, ditambahkan es serut dalam jumlah banyak untuk efek pendinginan yang maksimal. Di atasnya, disiram susu kental manis (SKM) yang menambah kepekatan dan lapisan rasa manis creamy yang sangat disukai.Seni Mengolah: Tahapan Pembuatan

BACA  Gigi Susu, Tempat Tren Ngopi Anak Muda di Canggu

Meskipun resepnya sederhana, pembuatan Es Pisang Ijo yang berkualitas memerlukan ketelitian dan kesabaran dalam setiap prosesnya.

 

  1. Persiapan Pisang
  1. Pemilihan: Pilih Pisang Raja atau Kepok yang sudah matang tetapi masih kokoh.
  2. Pemasakan: Kukus pisang hingga matang sempurna dan biarkan dingin.
  3. Pengupasan: Kupas kulit pisang yang telah dingin.
  1. Pengolahan Kulit Hijau
  1. Pencampuran Kering: Satukan tepung beras, gula, dan sedikit garam.
  2. Pencampuran Cairan: Tuangkan santan, air perasan suji/pandan, dan air sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan encer dan tidak bergelindir.
  3. Memasak Adonan: Masak campuran ini di atas api sedang sambil terus-menerus diaduk. Adonan akan mengental dan menjadi liat. Proses ini harus dilakukan hingga adonan benar-benar kalis dan tidak meninggalkan residu lengket.
  1. Pembungkusan dan Pematangan
  1. Pemipihan: Ambil sebagian adonan hijau, pipihkan di atas permukaan plastik atau daun pisang yang telah diolesi minyak tipis.
  2. Pembungkusan: Letakkan pisang di tengah adonan yang dipipihkan. Tutup pisang hingga seluruh permukaannya tertutup rapat, membentuk silinder berwarna hijau yang mulus.
  3. Pengukusan Akhir: Pisang yang telah dibungkus dikukus sebentar (sekitar 10-15 menit) untuk memantapkan lapisan kulitnya agar lebih lembut dan matang.
  4. Pemotongan: Setelah dingin, pisang hijau dipotong secara diagonal menjadi beberapa bagian.
  1. Pembuatan Bubur Sumsum
  1. Pelarutan: Campurkan tepung beras, santan, dan garam.
  2. Pemasakan: Masak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga bubur mengental, lembut, dan bertekstur licin.
  1. Penyajian
  1. Dasar: Letakkan bubur sumsum putih sebagai alas di mangkuk saji.
  2. Tata Letak: Susun potongan Pisang Ijo di atas bubur.
  3. Pendinginan: Tambahkan es serut hingga menutupi pisang.
  4. Penutup: Siram dengan Sirup Merah (DHT atau frambos) dan berikan finishing touch berupa siraman susu kental manis.

Makna Kultural dan Relevansi Kuliner

 

Es Pisang Ijo adalah cerminan indah dari prinsip-prinsip kuliner Indonesia yang menekankan penggunaan bahan-bahan alami dan proses pembuatan yang cermat.Simbolisme Budaya

 

Warna hijau pada kulit pisang memiliki makna filosofis yang dalam. Dalam konteks masyarakat Bugis-Makassar, hijau adalah representasi dari alam, kesuburan, kemakmuran, dan harapan. Penyajiannya yang estetik dan teratur menunjukkan penghormatan terhadap tradisi dan juga keindahan dalam kesederhanaan.Adaptasi Iklim Tropis

BACA  Ayam Betutu, Makanan Khas Indonesia Dari Bali

 

Sebagai hidangan yang lahir di wilayah tropis, Es Pisang Ijo adalah solusi sempurna untuk meredakan terik. Kombinasi tekstur lembut bubur, rasa manis buah, sirup yang intens, dan es serut memberikan sensasi comfort food yang sangat menyegarkan dan menenangkan di tengah cuaca panas.Pemanfaatan Sumber Daya Lokal

 

Hidangan ini juga mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan hasil bumi yang melimpah. Pisang, santan, dan tepung beras adalah komoditas pertanian utama di Sulawesi. Transformasi bahan-bahan sederhana ini menjadi hidangan yang lezat menunjukkan kreativitas yang tinggi dari masyarakat setempat.Adaptasi dan Inovasi Kontemporer

 

Seiring perkembangan zaman, Es Pisang Ijo pun mengalami beberapa penyesuaian agar tetap diminati oleh konsumen modern:

  • Topping Kreatif: Meskipun versi asli hanya mengandalkan sirup dan SKM, kini banyak variasi yang menambahkan taburan seperti keju cheddar parut, sereal cokelat, atau irisan buah-buahan lain.
  • Varian Rasa Bubur: Beberapa penjual mencoba bereksperimen dengan menambahkan rasa pada bubur sumsum, seperti rasa cokelat atau taro, meskipun hal ini dapat menggeser keaslian rasa tradisional.
  • Penyajian Praktis: Untuk kemudahan, Es Pisang Ijo kini banyak ditawarkan dalam kemasan takeaway yang memudahkan untuk dinikmati sebagai bekal atau makanan ringan saat bepergian.

 

Es Pisang Ijo melampaui fungsinya sebagai hidangan penutup yang lezat. Ia adalah warisan kuliner yang membawa serta cerita tentang sejarah, adat istiadat, dan kecerdasan lokal masyarakat Sulawesi Selatan. Setiap suapan menyajikan perpaduan tekstur yang memukau—kekenyalan pembungkus, kelembutan bubur, kekayaan rasa pisang, dan kesegaran es—yang menjadikannya salah satu aset kuliner Indonesia yang harus dilestarikan. Keberadaannya yang tersebar luas menunjukkan betapa eratnya hubungan antara cita rasa dan tradisi dalam identitas kuliner bangsa.

 

Dengan semakin kuatnya gerakan untuk mempopulerkan makanan tradisional, Es Pisang Ijo akan terus bersinar sebagai permata hijau di antara keanekaragaman hidangan penutup Nusantara. Hidangan ini adalah bukti nyata bahwa kelezatan yang abadi seringkali berasal dari resep sederhana yang diwariskan dengan penuh cinta dan perhatian dari generasi ke generasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *