Tips Liburan

Perbedaan Deluxe Theater, The Premiere dan IMAX di Cinema XXI

53
×

Perbedaan Deluxe Theater, The Premiere dan IMAX di Cinema XXI

Sebarkan artikel ini
Cinema21

Saat mau nonton di bioskop 21Cineplex atau Cinema XXI, kita biasanya dihadapkan dengan beberapa pilihan teater, mulai dari Cinema XXI (Regular/Deluxe), The Premiere, sampai IMAX. Nah, biar nggak bingung, yuk kita bahas satu per satu perbedaannya dan pilih mana yang paling cocok buat kamu.

 

Deluxe Theater

Cinema XXI
photo by cinemaXXI

Buat kamu yang ingin nonton film dengan suasana nyaman tapi nggak mau keluar budget terlalu mahal, Deluxe Theater di Cinema XXI bisa dibilang pilihan aman dan masuk akal.

Begitu masuk ke dalam teaternya, kesan pertama yang langsung terasa itu nyaman. Kursinya empuk, cukup lega, dan bikin duduk lama selama film 2 jam lebih tetap enak. Nggak bikin pegal, nggak berasa sempit, dan masih nyaman walaupun penuh.

Dari sisi audio, Deluxe Theater sudah pakai Dolby Atmos, jadi suara film terasa lebih hidup dan mengelilingi ruangan. Dialog terdengar jelas, efek suara berasa lebih “kena”, dan pas banget buat film action, drama, sampai horror. Nontonnya jadi lebih immersive tanpa harus ke teater premium yang mahal.

Soal harga, ini salah satu poin plus terbesar. Harga tiket Deluxe Theater masih tergolong terjangkau, jadi cocok buat nonton rutin, nonton bareng teman, pasangan, atau bahkan sendirian buat quality time. Rasanya dapet pengalaman nonton yang lebih nyaman tanpa harus mikir dua kali soal budget.

Hal lain yang bikin Deluxe Theater praktis adalah teater jenis ini tersedia di semua bioskop Cinema XXI. Jadi mau nonton di mall mana pun, kemungkinan besar kamu bakal nemuin Deluxe Theater. Nggak perlu cari-cari teater khusus atau outlet tertentu.

 

The Premiere

The Premiere
photo by cinemaXXI

Kalau kamu pengin nonton film sambil dimanjain dari awal sampai akhir, The Premiere di Cinema XXI jelas ada di level yang beda. Ini bukan sekadar bioskop, tapi lebih ke pengalaman nonton premium yang bikin kamu betah dan males pulang.

BACA  Daftar Lengkap Bioskop di Bali

Begitu masuk ke area The Premiere, suasananya langsung terasa lebih eksklusif dan tenang. Teaternya semi-private, jadi jumlah kursinya lebih sedikit dan jarak antar kursi lega. Rasanya lebih privat, nggak berisik, dan cocok banget buat yang nggak suka suasana bioskop terlalu rame.

Highlight utamanya tentu ada di recliner seat-nya. Kursinya besar, empuk, dan bisa direbahkan. Mau nonton sambil selonjoran? Bisa. Mau posisi setengah tidur tapi tetap fokus ke layar? Aman. Nonton film panjang pun rasanya tetap nyaman dari awal sampai credit title.

Yang bikin The Premiere makin spesial adalah layanan butler. Jadi kamu nggak perlu bolak-balik keluar teater buat beli makanan atau minuman. Tinggal duduk manis, pesan, dan nanti akan diantar langsung ke kursi kamu. Berasa kayak lagi di business class, tapi versi bioskop.

Soal makanan, ini juga bukan snack bioskop biasa. The Premiere Café punya menu dine-in yang lebih serius dan variatif. Dari makanan berat sampai dessert, semuanya disajikan dengan rapi dan rasanya pun di atas rata-rata bioskop pada umumnya. Cocok buat kamu yang pengin nonton sambil makan enak, bukan cuma popcorn.

Untuk kualitas audio dan visual, The Premiere juga nggak main-main. Suara terdengar jernih, kuat, dan detail, bikin dialog jelas dan efek suara terasa maksimal. Dipadu dengan layar besar dan suasana tenang, pengalaman nontonnya jadi jauh lebih immersive.

 

IMAX

IMAX Cinema XXI
photo by cinemaXXI

Kalau kamu tipe penonton yang ingin pengalaman nonton paling maksimal, bukan sekadar duduk dan lihat layar, maka IMAX di Cinema XXI adalah level tertinggi yang wajib dicoba.

IMAX itu bukan cuma soal layar besar. Dari pertama film dimulai, kamu langsung sadar kalau ini beda kelas. Layarnya jauh lebih tinggi dan luas, bikin pandangan keisi penuh sama gambar. Rasanya kayak “ketarik masuk” ke dalam film, bukan cuma nonton dari jauh.

BACA  Tips Mengahadapi Musim Hujan di Bali

Secara teknologi, IMAX sudah pakai 4K laser projection system, yang hasilnya kelihatan banget:
gambar lebih tajam, warna lebih terang, kontras lebih dalam, dan detail kecil pun masih kelihatan jelas. Adegan gelap tetap kelihatan detail, adegan terang nggak bikin mata sakit. Visualnya benar-benar bersih dan hidup.

Tapi yang paling bikin IMAX berasa “nendang” itu audionya. Suaranya bukan cuma keras, tapi mengelilingi dan terasa di badan. Dentuman action bikin dada bergetar, suara pelan tetap terdengar jelas, dan musik film berasa lebih emosional. Bukan lebay kalau dibilang bikin jantung deg-deg-an di adegan tertentu.

IMAX cocok banget buat film:

  • Action
  • Sci-fi
  • Superhero
  • Thriller
  • Atau film dengan visual dan sound design yang niat

Di teater ini, setiap ledakan, kejar-kejaran, atau adegan epik terasa lebih intens dan bikin merinding. Pengalaman nontonnya immersive banget, sampai kadang lupa kalau lagi duduk di bioskop.

Soal kualitas, IMAX memang main di level highest resolution dan highest quality. Semua elemen visual, audio, dan skala layar digabung jadi satu pengalaman sinematik yang serius dan berkelas dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *