{"id":2736,"date":"2025-07-13T14:12:23","date_gmt":"2025-07-13T06:12:23","guid":{"rendered":"https:\/\/bali-island.com\/?p=2736"},"modified":"2025-07-13T14:12:23","modified_gmt":"2025-07-13T06:12:23","slug":"rujak-kuah-pindang-khas-bali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/","title":{"rendered":"Rujak Kuah Pindang Khas Bali"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"301\" data-end=\"652\">Bali bukan cuma punya pantai indah dan pemandangan alam yang memukau, tapi juga punya segudang kuliner unik yang bikin penasaran. Salah satu makanan ringan yang belakangan makin banyak dicari wisatawan maupun warga lokal adalah <strong data-start=\"529\" data-end=\"551\">rujak kuah pindang<\/strong>. Meski bentuknya sederhana, rasa dari rujak ini bisa bikin siapa pun yang coba langsung jatuh cinta.<\/p>\n<h2 data-start=\"654\" data-end=\"689\">Apa Sih Rujak Kuah Pindang Itu?<\/h2>\n<p data-start=\"691\" data-end=\"988\">Secara umum, rujak adalah campuran buah segar yang disiram bumbu pedas. Tapi <strong data-start=\"768\" data-end=\"800\">rujak kuah pindang khas Bali<\/strong> ini beda dari rujak pada umumnya. Kalau biasanya bumbunya pakai gula merah dan kacang, versi Bali ini pakai <strong data-start=\"909\" data-end=\"943\">kuah dari rebusan ikan pindang<\/strong>\u2014yang jadi alasan kenapa rasanya unik banget.<\/p>\n<p data-start=\"990\" data-end=\"1308\">Kuah pindangnya dimasak dari <strong data-start=\"1019\" data-end=\"1079\">air rebusan ikan (biasanya ikan tongkol atau tuna kecil)<\/strong> yang dicampur dengan <strong data-start=\"1101\" data-end=\"1176\">terasi, cabai rawit, sedikit garam, dan kadang juga perasan jeruk limau<\/strong>. Hasilnya? Campuran rasa <strong data-start=\"1202\" data-end=\"1235\">pedas, asin, segar, dan gurih<\/strong> yang khas banget, dan nggak kamu temuin di rujak manapun selain di Bali.<\/p>\n<p>Asla Usul Rujak Kauh Pindang<\/p>\n<p data-start=\"200\" data-end=\"569\">Kalau ditelusuri lebih dalam, <strong data-start=\"230\" data-end=\"252\">rujak kuah pindang<\/strong> sebenarnya lahir dari <strong data-start=\"275\" data-end=\"312\">dapur tradisional masyarakat Bali<\/strong> yang gemar memanfaatkan bahan-bahan sederhana jadi makanan yang kaya rasa. Di masa lalu, ikan pindang\u2014yang biasanya digunakan untuk lauk sehari-hari\u2014sering direbus bersama bumbu dapur seperti garam, cabai, dan terasi untuk membuat <strong data-start=\"544\" data-end=\"568\">kuah kaldu sederhana<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"571\" data-end=\"863\">Nah, kuah ini kemudian nggak cuma dipakai buat sayur atau lauk, tapi juga <strong data-start=\"645\" data-end=\"694\">dimanfaatkan untuk menyiram buah-buahan segar<\/strong>, terutama yang rasanya asam seperti mangga muda dan kedondong. Lama-kelamaan, kebiasaan ini berkembang jadi sajian khas yang dikenal dengan nama <strong data-start=\"840\" data-end=\"862\">rujak kuah pindang<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"865\" data-end=\"1190\">Makanan ini dulunya sering disajikan <strong data-start=\"902\" data-end=\"937\">di rumah-rumah tradisional Bali<\/strong>, khususnya saat musim buah tiba atau ketika keluarga besar berkumpul. Karena bahannya mudah dicari dan rasanya unik, rujak ini pun menyebar ke berbagai wilayah di Bali, dan kini jadi <strong data-start=\"1121\" data-end=\"1161\">jajanan favorit di berbagai kalangan<\/strong>\u2014baik lokal maupun wisatawan.<\/p>\n<p data-start=\"1192\" data-end=\"1383\">Meskipun terkesan sederhana, rujak kuah pindang menyimpan filosofi khas kuliner Bali: <strong data-start=\"1278\" data-end=\"1350\">memadukan elemen laut (ikan), darat (buah), dan api (pedasnya cabai)<\/strong> dalam satu sajian yang harmonis.<\/p>\n<h2 data-start=\"1310\" data-end=\"1353\">Buah-Buahannya Nggak Kalah Bikin Ngiler<\/h2>\n<p data-start=\"1355\" data-end=\"1474\">Biasanya rujak ini pakai buah-buahan yang punya cita rasa asam dan renyah. Beberapa buah yang umum dipakai antara lain:<\/p>\n<ul data-start=\"1476\" data-end=\"1774\">\n<li data-start=\"1476\" data-end=\"1545\">\n<p data-start=\"1478\" data-end=\"1545\"><strong data-start=\"1478\" data-end=\"1493\">Mangga muda<\/strong> \u2013 asam dan segar, cocok banget sama kuah gurihnya<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1546\" data-end=\"1582\">\n<p data-start=\"1548\" data-end=\"1582\"><strong data-start=\"1548\" data-end=\"1561\">Jambu air<\/strong> \u2013 manis dan berair<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1583\" data-end=\"1644\">\n<p data-start=\"1585\" data-end=\"1644\"><strong data-start=\"1585\" data-end=\"1598\">Kedondong<\/strong> \u2013 agak sepat, tapi bikin tekstur makin rame<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1645\" data-end=\"1703\">\n<p data-start=\"1647\" data-end=\"1703\"><strong data-start=\"1647\" data-end=\"1656\">Timun<\/strong> \u2013 bikin rujak terasa lebih dingin dan ringan<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1704\" data-end=\"1774\">\n<p data-start=\"1706\" data-end=\"1774\"><strong data-start=\"1706\" data-end=\"1715\">Nanas<\/strong> \u2013 kombinasi manis dan asamnya cocok banget sama kuah pedas<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"1776\" data-end=\"1880\">Kadang-kadang juga ditambah <strong data-start=\"1804\" data-end=\"1838\">buah bengkuang atau apel lokal<\/strong> tergantung selera dan stok buah hari itu.<\/p>\n<h2 data-start=\"1882\" data-end=\"1940\">Rasa yang Nggak Bisa Dijelaskan \u2013 Harus Dicoba Sendiri<\/h2>\n<p data-start=\"1942\" data-end=\"2246\">Yang bikin rujak kuah pindang ini istimewa adalah <strong data-start=\"1992\" data-end=\"2030\">kontras rasa yang meledak di mulut<\/strong>. Ada pedas dari cabai rawit, gurih dari terasi dan kaldu ikan, segar dari buah-buahan, dan sedikit aroma laut dari kuah pindangnya. Bukan rasa yang umum buat rujak, tapi justru itu yang bikin banyak orang ketagihan.<\/p>\n<p data-start=\"2248\" data-end=\"2467\">Apalagi kalau kamu penikmat makanan pedas, sensasi <em data-start=\"2299\" data-end=\"2311\">nendangnya<\/em> bener-bener bikin nagih. Beberapa tempat bahkan kasih opsi \u201clevel pedas\u201d, jadi kamu bisa pilih mau yang ringan, sedang, atau super pedas sampai keringatan.<\/p>\n<h2 data-start=\"2469\" data-end=\"2519\">Rujak yang Bisa Dinikmati Siang atau Sore Hari<\/h2>\n<p data-start=\"2521\" data-end=\"2817\">Rujak kuah pindang ini enaknya disantap pas <strong data-start=\"2565\" data-end=\"2580\">cuaca panas<\/strong>, karena kombinasi buah dan kuahnya bikin badan berasa adem, tapi juga semangat karena rasa pedasnya. Banyak yang menjadikan rujak ini sebagai <strong data-start=\"2723\" data-end=\"2816\">cemilan sore, teman ngobrol, atau bahkan makanan ringan setelah berenang atau jalan-jalan<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"2819\" data-end=\"3018\">Buat kamu yang baru pertama kali ke Bali, rujak ini wajib masuk daftar jajanan lokal yang harus dicoba. Bukan cuma karena rasanya, tapi juga karena pengalaman makan yang bener-bener <em data-start=\"3001\" data-end=\"3017\">out of the box<\/em>.<\/p>\n<h2 data-start=\"3020\" data-end=\"3066\">Di Mana Bisa Menemukan Rujak Kuah Pindang?<\/h2>\n<p data-start=\"3068\" data-end=\"3218\">Kalau kamu lagi di Bali dan penasaran pengin coba, rujak kuah pindang bisa ditemukan dengan mudah di beberapa daerah. Berikut beberapa lokasi populer:<\/p>\n<ul data-start=\"3220\" data-end=\"3563\">\n<li data-start=\"3220\" data-end=\"3327\">\n<p data-start=\"3222\" data-end=\"3327\"><strong data-start=\"3222\" data-end=\"3234\">Denpasar<\/strong> \u2013 Banyak penjual rujak kaki lima dan warung kecil, apalagi di sekitar pasar atau perumahan<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3328\" data-end=\"3441\">\n<p data-start=\"3330\" data-end=\"3441\"><strong data-start=\"3330\" data-end=\"3349\">Sanur dan Renon<\/strong> \u2013 Ada beberapa tempat hits yang menjual rujak kuah pindang dan rujak bulung (rumput laut)<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3442\" data-end=\"3563\">\n<p data-start=\"3444\" data-end=\"3563\"><strong data-start=\"3444\" data-end=\"3464\">Ubud dan Gianyar<\/strong> \u2013 Beberapa kafe kecil dan warung lokal juga sudah mulai menyajikan rujak ini dalam bentuk kekinian<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3565\" data-end=\"3733\">Ada juga penjual rujak yang menjajakan lewat media sosial atau layanan antar makanan online. Jadi kamu bisa pesan dan nikmatin di villa atau hotel tempat kamu menginap.<\/p>\n<h2 data-start=\"4062\" data-end=\"4110\">Penutup<\/h2>\n<p data-start=\"4112\" data-end=\"4408\">Rujak kuah pindang mungkin terdengar asing buat kamu yang belum pernah mencobanya, tapi begitu suapan pertama masuk, dijamin langsung penasaran pengin nambah lagi. Ini adalah jenis kuliner yang mencerminkan <strong data-start=\"4319\" data-end=\"4349\">keberanian rasa orang Bali<\/strong>\u2014campuran asin, pedas, gurih, dan segar dalam satu gigitan.<\/p>\n<p data-start=\"4410\" data-end=\"4656\">Kalau kamu pecinta rujak, makanan pedas, atau kuliner daerah yang unik, <strong data-start=\"4482\" data-end=\"4541\">jangan pulang dari Bali sebelum coba rujak kuah pindang<\/strong>. Rasanya nggak cuma nyegerin, tapi juga membekas di ingatan. Dan kalau udah ketagihan, hati-hati ya\u2014susah move on!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bali bukan cuma punya pantai indah dan pemandangan&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2896,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[64],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-2736","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kuliner-bali"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rujak Kuah Pindang Khas Bali<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Rujak kuah pindang khas Bali, perpaduan buah segar dan kuah ikan pedas gurih yang unik. Camilan khas Bali yang wajib kamu coba!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rujak Kuah Pindang Khas Bali\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rujak kuah pindang khas Bali, perpaduan buah segar dan kuah ikan pedas gurih yang unik. Camilan khas Bali yang wajib kamu coba!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Island\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/people\/Bali-Island\/61575583076902\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-07-13T06:12:23+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Rujak-Kuah-Pindang.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1080\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/person\/fa4ad517d8835db1504e3c7c3ddd02ab\"},\"headline\":\"Rujak Kuah Pindang Khas Bali\",\"datePublished\":\"2025-07-13T06:12:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/\"},\"wordCount\":767,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Rujak-Kuah-Pindang.jpg\",\"articleSection\":[\"Kuliner Bali\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/\",\"name\":\"Rujak Kuah Pindang Khas Bali\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Rujak-Kuah-Pindang.jpg\",\"datePublished\":\"2025-07-13T06:12:23+00:00\",\"description\":\"Rujak kuah pindang khas Bali, perpaduan buah segar dan kuah ikan pedas gurih yang unik. Camilan khas Bali yang wajib kamu coba!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Rujak-Kuah-Pindang.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Rujak-Kuah-Pindang.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1080,\"caption\":\"Rujak Kuah Pindang\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rujak Kuah Pindang Khas Bali\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/\",\"name\":\"Bali Island\",\"description\":\"Explore the Beauty of the Island of the Gods\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Pulau Bali\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/cropped-Untitled_design__13_-removebg-preview-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/cropped-Untitled_design__13_-removebg-preview-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Pulau Bali\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/people\/Bali-Island\/61575583076902\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/person\/fa4ad517d8835db1504e3c7c3ddd02ab\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/736da4bc12e223a28c23d17b545d8b2e.jpg?ver=1775904385\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/736da4bc12e223a28c23d17b545d8b2e.jpg?ver=1775904385\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/bali-island.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rujak Kuah Pindang Khas Bali","description":"Rujak kuah pindang khas Bali, perpaduan buah segar dan kuah ikan pedas gurih yang unik. Camilan khas Bali yang wajib kamu coba!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Rujak Kuah Pindang Khas Bali","og_description":"Rujak kuah pindang khas Bali, perpaduan buah segar dan kuah ikan pedas gurih yang unik. Camilan khas Bali yang wajib kamu coba!","og_url":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/","og_site_name":"Bali Island","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/people\/Bali-Island\/61575583076902\/","article_published_time":"2025-07-13T06:12:23+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1080,"url":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Rujak-Kuah-Pindang.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/"},"author":{"name":"Admin","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/person\/fa4ad517d8835db1504e3c7c3ddd02ab"},"headline":"Rujak Kuah Pindang Khas Bali","datePublished":"2025-07-13T06:12:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/"},"wordCount":767,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Rujak-Kuah-Pindang.jpg","articleSection":["Kuliner Bali"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/","name":"Rujak Kuah Pindang Khas Bali","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Rujak-Kuah-Pindang.jpg","datePublished":"2025-07-13T06:12:23+00:00","description":"Rujak kuah pindang khas Bali, perpaduan buah segar dan kuah ikan pedas gurih yang unik. Camilan khas Bali yang wajib kamu coba!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Rujak-Kuah-Pindang.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/07\/Rujak-Kuah-Pindang.jpg","width":1920,"height":1080,"caption":"Rujak Kuah Pindang"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/kuliner-bali\/rujak-kuah-pindang-khas-bali\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rujak Kuah Pindang Khas Bali"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#website","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/","name":"Bali Island","description":"Explore the Beauty of the Island of the Gods","publisher":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#organization","name":"Pulau Bali","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/cropped-Untitled_design__13_-removebg-preview-1.png","contentUrl":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/cropped-Untitled_design__13_-removebg-preview-1.png","width":512,"height":512,"caption":"Pulau Bali"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/people\/Bali-Island\/61575583076902\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/person\/fa4ad517d8835db1504e3c7c3ddd02ab","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/736da4bc12e223a28c23d17b545d8b2e.jpg?ver=1775904385","contentUrl":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/736da4bc12e223a28c23d17b545d8b2e.jpg?ver=1775904385","caption":"Admin"},"sameAs":["http:\/\/bali-island.com"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2736"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2736\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5651,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2736\/revisions\/5651"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2736"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=2736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}