{"id":8887,"date":"2026-07-02T10:37:00","date_gmt":"2026-07-02T02:37:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bali-island.com\/?p=8887"},"modified":"2026-07-02T10:39:03","modified_gmt":"2026-07-02T02:39:03","slug":"arti-dan-makna-mebanten-saiban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/","title":{"rendered":"Arti dan Makna Mebanten Saiban"},"content":{"rendered":"<div id=\"model-response-message-contentr_9e8144e6af8a869c\" class=\"markdown markdown-main-panel enable-luminous-fast-follows stronger enable-updated-hr-color\" dir=\"ltr\" aria-live=\"polite\" aria-busy=\"false\">\n<p data-path-to-node=\"0\">Bagi orang Bali, ada satu ritual kecil yang hampir pasti dilakukan setiap hari, tepatnya setelah selesai memasak di pagi hari. Ritual itu namanya <b data-path-to-node=\"0\" data-index-in-node=\"146\">Mebanten Saiban<\/b> (sering juga disebut <i data-path-to-node=\"0\" data-index-in-node=\"183\">Ngejot<\/i> atau <i data-path-to-node=\"0\" data-index-in-node=\"195\">Yajna Sesa<\/i>).<\/p>\n<p data-path-to-node=\"1\">Kalau kamu ke Bali dan jalan-jalan di depan rumah warga lokal sekitar jam 7 sampai 9 pagi, kamu bakal sering melihat wadah kecil dari daun pisang berisi sedikit nasi dan lauk yang ditaruh di lantai, di atas kompor, atau di dekat sumber air.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"2\">Nah, apa sih sebenarnya makna di balik kebiasaan sederhana ini? Yuk, kita bahas dengan bahasa santai!<\/p>\n<h2 data-path-to-node=\"4\">Apa itu Mebanten Saiban?<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"5\">Secara harfiah, <b data-path-to-node=\"5\" data-index-in-node=\"16\">Saiban<\/b> itu artinya &#8220;makanan yang baru matang&#8221; atau masakan pertama yang belum tersentuh (belum dimakan oleh siapa pun).<\/p>\n<p data-path-to-node=\"6\">Jadi sebelum seisi rumah menyantap sarapan pagi, masakan yang baru matang itu &#8220;disisihkan&#8221; sedikit sebagai bentuk persembahan. Wadahnya sangat sederhana, biasanya cuma potongan daun pisang kecil berbentuk persegi (<i data-path-to-node=\"6\" data-index-in-node=\"214\">tamas<\/i> kecil atau <i data-path-to-node=\"6\" data-index-in-node=\"231\">ituk-ituk<\/i>). Isinya pun apa adanya yang dimasak hari itu\u2014kalau masak nasi, sayur kangkung, dan tahu goreng, ya itu juga yang dipersembahkan.<\/p>\n<h2 data-path-to-node=\"8\">Makna Mendalam di Balik Ritual Sederhana<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"9\">Meskipun kelihatannya sepele dan cuma butuh waktu 5 menit, Mebanten Saiban punya makna spiritual dan sosial yang sangat dalam bagi masyarakat Hindu di Bali:<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"10\">1. Rasa Syukur Terkecil yang Paling Nyata<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"11\">Ini adalah bentuk ucapan terima kasih langsung kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan) dalam manifestasi-Nya sebagai <b data-path-to-node=\"11\" data-index-in-node=\"118\">Dewi Sri<\/b> (Dewi Kesuburan\/Padi) dan <b data-path-to-node=\"11\" data-index-in-node=\"153\">Dewa Brahma<\/b> (Dewa Api\/Dapur) karena hari itu keluarga masih bisa makan. Orang Bali percaya, apa yang kita makan hari ini adalah berkah, jadi sudah sepatutnya Tuhan yang &#8220;mencicipi&#8221; pertama kali lewat persembahan ini.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"12\">2. Membayar &#8220;Hutang&#8221; pada Alam (Panca Yadnya)<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"13\">Sadar atau tidak, saat kita memasak, kita melakukan &#8220;perusakan&#8221; kecil terhadap alam. Kita memotong sayur, memetik cabai, menyalakan api, menggunakan air, bahkan mungkin tidak sengaja membunuh semut atau serangga kecil saat membersihkan dapur.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"14\">Mebanten Saiban ini adalah ritual penebusan dosa kecil tersebut (<i data-path-to-node=\"14\" data-index-in-node=\"65\">Bhuta Yadnya<\/i>). Kita berterima kasih sekaligus meminta maaf kepada elemen-elemen alam (tanah, air, api, angin) yang sudah merelakan diri mereka demi kelangsungan hidup kita.<\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"15\">3. Berbagi dengan Makhluk yang Tak Terlihat<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"16\">Dalam konsep Hindu Bali, alam semesta ini dihuni oleh makhluk sekala (nyata) dan niskala (tidak nyata). Banten saiban yang ditaruh di lantai atau di halaman rumah ditujukan untuk para <i data-path-to-node=\"16\" data-index-in-node=\"184\">Bhuta Kala<\/i> (kekuatan alam bawah atau roh-roh di sekitar rumah).<\/p>\n<p data-path-to-node=\"17\">Tujuannya mulia: <b data-path-to-node=\"17\" data-index-in-node=\"17\">berbagi makanan<\/b>. Logikanya, kalau makhluk-makhluk di sekitar rumah sudah &#8220;kenyang&#8221; dan disapa dengan baik, mereka tidak akan mengganggu keharmonisan rumah tangga kita. Ini adalah bentuk nyata dari konsep <a href=\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/mengenal-filosofi-tri-hita-karana-di-bali\/\"><i data-path-to-node=\"17\" data-index-in-node=\"221\">Tri Hita Karana<\/i><\/a> (menjaga hubungan baik manusia dengan alam\/lingkungan).<\/p>\n<h2 data-path-to-node=\"19\">Di Mana Saja Banten Ini Ditaruh?<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"20\">Biasanya banten saiban ditaruh di tempat-tempat vital yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari di rumah, contohnya:<\/p>\n<ul data-path-to-node=\"21\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"21,0,0\"><b data-path-to-node=\"21,0,0\" data-index-in-node=\"0\">Pelinggih\/Sanggah:<\/b> Area suci rumah (terima kasih kepada manifestasi Tuhan).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"21,1,0\"><b data-path-to-node=\"21,1,0\" data-index-in-node=\"0\">Dapur\/Kompor:<\/b> Tempat api menyala (terima kasih kepada Dewa Brahma).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"21,2,0\"><b data-path-to-node=\"21,2,0\" data-index-in-node=\"0\">Tempat Air\/Sumur:<\/b> Sumber air bersih (terima kasih kepada Dewa Wisnu).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"21,3,0\"><b data-path-to-node=\"21,3,0\" data-index-in-node=\"0\">Tempat Beras\/Cikar:<\/b> Sumber logistik makanan (terima kasih kepada Dewi Sri).<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"21,4,0\"><b data-path-to-node=\"21,4,0\" data-index-in-node=\"0\">Halaman Depan\/Pintu Keluar Rumah:<\/b> Tempat lalu lintas manusia dan makhluk lain agar rumah selalu aman.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2 data-path-to-node=\"23\">Kesimpulan<\/h2>\n<p data-path-to-node=\"24\">Mebanten Saiban adalah pengingat harian bagi orang Bali untuk <b data-path-to-node=\"24\" data-index-in-node=\"62\">tidak egois<\/b>. Ritual ini mengajarkan bahwa sebelum kita memuaskan perut sendiri, kita harus ingat pada Tuhan yang memberi rezeki, alam yang menyediakan bahan makanan, dan makhluk lain yang berbagi ruang hidup dengan kita.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"25\">Bukan soal besar kecilnya persembahan, tapi soal konsistensi rasa syukur yang diwujudkan setiap pagi. Sebuah tradisi indah yang menjaga Bali tetap harmonis dari dapur rumah.<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagi orang Bali, ada satu ritual kecil yang&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9374,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[62],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-8887","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-budaya"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.8 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Arti dan Makna Mebanten Saiban<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mengulik makna mendalam Mebanten Saiban, tradisi harian di Bali sebagai bentuk syukur, menjaga keharmonisan alam, dan berbagi dengan sesama\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Arti dan Makna Mebanten Saiban\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengulik makna mendalam Mebanten Saiban, tradisi harian di Bali sebagai bentuk syukur, menjaga keharmonisan alam, dan berbagi dengan sesama\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Bali Island\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/people\/Bali-Island\/61575583076902\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-07-02T02:37:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-07-02T02:39:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260702_073516-scaled.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"2560\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1441\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/person\/fa4ad517d8835db1504e3c7c3ddd02ab\"},\"headline\":\"Arti dan Makna Mebanten Saiban\",\"datePublished\":\"2026-07-02T02:37:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-02T02:39:03+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/\"},\"wordCount\":567,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260702_073516-scaled.webp\",\"articleSection\":[\"Budaya\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/\",\"name\":\"Arti dan Makna Mebanten Saiban\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260702_073516-scaled.webp\",\"datePublished\":\"2026-07-02T02:37:00+00:00\",\"dateModified\":\"2026-07-02T02:39:03+00:00\",\"description\":\"Mengulik makna mendalam Mebanten Saiban, tradisi harian di Bali sebagai bentuk syukur, menjaga keharmonisan alam, dan berbagi dengan sesama\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260702_073516-scaled.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260702_073516-scaled.webp\",\"width\":2560,\"height\":1441,\"caption\":\"Banten Saiban\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Arti dan Makna Mebanten Saiban\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/\",\"name\":\"Bali Island\",\"description\":\"Explore the Beauty of the Island of the Gods\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#organization\",\"name\":\"Pulau Bali\",\"alternateName\":\"BI\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/cropped-Untitled_design__13_-removebg-preview-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/cropped-Untitled_design__13_-removebg-preview-1.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Pulau Bali\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/people\/Bali-Island\/61575583076902\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/person\/fa4ad517d8835db1504e3c7c3ddd02ab\",\"name\":\"Admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/736da4bc12e223a28c23d17b545d8b2e.jpg?ver=1782558469\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/736da4bc12e223a28c23d17b545d8b2e.jpg?ver=1782558469\",\"caption\":\"Admin\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/bali-island.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Arti dan Makna Mebanten Saiban","description":"Mengulik makna mendalam Mebanten Saiban, tradisi harian di Bali sebagai bentuk syukur, menjaga keharmonisan alam, dan berbagi dengan sesama","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Arti dan Makna Mebanten Saiban","og_description":"Mengulik makna mendalam Mebanten Saiban, tradisi harian di Bali sebagai bentuk syukur, menjaga keharmonisan alam, dan berbagi dengan sesama","og_url":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/","og_site_name":"Bali Island","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/people\/Bali-Island\/61575583076902\/","article_published_time":"2026-07-02T02:37:00+00:00","article_modified_time":"2026-07-02T02:39:03+00:00","og_image":[{"width":2560,"height":1441,"url":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260702_073516-scaled.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/"},"author":{"name":"Admin","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/person\/fa4ad517d8835db1504e3c7c3ddd02ab"},"headline":"Arti dan Makna Mebanten Saiban","datePublished":"2026-07-02T02:37:00+00:00","dateModified":"2026-07-02T02:39:03+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/"},"wordCount":567,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260702_073516-scaled.webp","articleSection":["Budaya"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/","name":"Arti dan Makna Mebanten Saiban","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260702_073516-scaled.webp","datePublished":"2026-07-02T02:37:00+00:00","dateModified":"2026-07-02T02:39:03+00:00","description":"Mengulik makna mendalam Mebanten Saiban, tradisi harian di Bali sebagai bentuk syukur, menjaga keharmonisan alam, dan berbagi dengan sesama","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260702_073516-scaled.webp","contentUrl":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/20260702_073516-scaled.webp","width":2560,"height":1441,"caption":"Banten Saiban"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/budaya\/arti-dan-makna-mebanten-saiban\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Arti dan Makna Mebanten Saiban"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#website","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/","name":"Bali Island","description":"Explore the Beauty of the Island of the Gods","publisher":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#organization","name":"Pulau Bali","alternateName":"BI","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/cropped-Untitled_design__13_-removebg-preview-1.png","contentUrl":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/uploads\/2025\/04\/cropped-Untitled_design__13_-removebg-preview-1.png","width":512,"height":512,"caption":"Pulau Bali"},"image":{"@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/people\/Bali-Island\/61575583076902\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/person\/fa4ad517d8835db1504e3c7c3ddd02ab","name":"Admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/736da4bc12e223a28c23d17b545d8b2e.jpg?ver=1782558469","contentUrl":"https:\/\/www.bali-island.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/736da4bc12e223a28c23d17b545d8b2e.jpg?ver=1782558469","caption":"Admin"},"sameAs":["http:\/\/bali-island.com"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8887","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8887"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8887\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9406,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8887\/revisions\/9406"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9374"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8887"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8887"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8887"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bali-island.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=8887"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}