Galungan dan Kuningan adalah dua hari raya besar yang sangat penting bagi umat Hindu di Bali. Momen ini biasanya menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga, sembahyang, serta menghaturkan rasa syukur. Suasana Bali juga biasanya terasa lebih meriah karena banyak rumah, pura, dan jalanan dihiasi penjor yang indah.
Pada tahun 2026, Hari Raya Galungan dan Kuningan jatuh pada bulan Juni. Berikut daftar tanggal pentingnya:
Daftar Tanggal Galungan 2026
16 Juni 2026 – Penampahan Galungan
Penampahan Galungan adalah hari persiapan sebelum Galungan. Biasanya masyarakat Bali mulai menyiapkan berbagai keperluan upacara, memasang penjor, membuat lawar, dan mempersiapkan hidangan untuk keluarga.
17 Juni 2026 – Hari Raya Galungan
Hari Raya Galungan menjadi puncak perayaan. Pada hari ini, umat Hindu di Bali melakukan persembahyangan di rumah, merajan, dan pura. Galungan dipercaya sebagai hari kemenangan dharma atau kebaikan melawan adharma atau keburukan.
18 Juni 2026 – Umanis Galungan
Sehari setelah Galungan disebut Umanis Galungan. Biasanya hari ini dimanfaatkan untuk mengunjungi keluarga, bersilaturahmi, atau jalan-jalan bersama orang terdekat.
Daftar Tanggal Kuningan 2026
26 Juni 2026 – Penampahan Kuningan
Penampahan Kuningan adalah hari persiapan menjelang Hari Raya Kuningan. Sama seperti sebelum Galungan, masyarakat mulai menyiapkan sarana upacara dan kebutuhan persembahyangan.
27 Juni 2026 – Hari Raya Kuningan
Hari Raya Kuningan dirayakan sepuluh hari setelah Galungan. Pada hari ini, umat Hindu melakukan persembahyangan sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur. Perayaan Kuningan biasanya dilakukan hingga siang hari.
28 Juni 2026 – Umanis Kuningan
Umanis Kuningan adalah hari setelah Kuningan. Suasananya biasanya lebih santai, banyak orang menghabiskan waktu bersama keluarga atau berkunjung ke tempat-tempat tertentu.
Penutup
Jadi, untuk tahun 2026, Galungan jatuh pada 17 Juni 2026, sedangkan Kuningan jatuh pada 27 Juni 2026. Bagi kamu yang berencana liburan ke Bali pada periode ini, suasananya akan terasa sangat khas dan meriah. Namun, beberapa tempat mungkin lebih ramai dari biasanya karena banyak masyarakat lokal yang sedang merayakan hari raya bersama keluarga.












