Budaya

10 Jenis Tipat / Ketupat di Bali Beserta Fungsi dan Kegunaannya

91
×

10 Jenis Tipat / Ketupat di Bali Beserta Fungsi dan Kegunaannya

Sebarkan artikel ini
Tipat Bali

Ketupat (tipat) merupakan hidangan khas Indonesia berbahan beras yang dibungkus menggunakan daun kelapa. Di Bali, ketupat biasanya disebut dengan tipat. Masyarakat Bali khususnya yang beragama hindu menggunakan tipat sebagai bahan sarana upakara (banten). Tipat ada yang dibuat dari janur (busung) dan daun kelapa tua (slepan). Beranekaragam jenis-jenis tipat terdapat di Bali yang memiliki bentuk dan kegunaan yang berbeda-beda pada banten. Jenis- jenis tipat tersebut antara lain.

  1. Tipat Taluh
    Tipat Taluh
    Tipat Taluh

    Tipat Taluh merupakan tipat yang dibuat dari setengah bagian batang busung tanpa menyisakan lidi. Tipat ini umumnya diletakkan pada banten daksina yang dipergunakan sebagai tempat telur.

  2. Tipat Gatep
    Tipat Gatep
    Tipat Gatep

    Tipat Gatep merupakan tipat yang dibuat menggunakan setengah bagian batang busung tanpa menyisakan lidi. Seusai namanya, bentuk tipat ini menyerupai buah gatep. Tipat Gatep biasanya digunakan pada banten carik (sawah). 

  3. Tipat Sari
    Tipat Sari
    Tipat Sari


    Tipat Sari merupakan tipat yang dibuat dari satu batang busung utuh yang kemudian dibelah dua tanpa menggunakan lidi. Tipat ini pada umumnya digunakan pada Banten Soma Ribek yaitu dua hari setelah Hari Suci Saraswati.

  4. Tipat Kukur
    Tipat Kukur
    Tipat Kukur


    Tipat Kukur merupakan tipat yang terbuat dari satu bagian batang busung yang dibelah dua tanpa lidi. Tipat ini umunyaa diggunakan pada banten prasista.

  5. Tipat Dampulan
    Tipat Dampulan
    Tipat Dampulan

    Tipat Dampulan merupakan tipat yang dibuat dari satu batang busung utuh yang kemudian dibelah dengan menyisakan lidi di pangkalnya dengan panjang kurang lebih 5 cm. Tipat ini umunnya dihaturkan pada waktu Kajeng Kliwon yang datangnya setiap 15 hari sekali.

  6. Tipat Galeng
    Tipat Galeng
    Tipat Galeng

    Tipat Galeng merupakan tipat yang dibuat dari dua batang busung yang kemudian dibelah dengan menyisakan lidi pada bagian pangkalnya dengan panjang kurang lebih 10 cm. Tipat ini umunya dipersembahkan kepada Penugun Karang dengan jumlah yang digunakan sebanyak satu kelanan (enam buah).

  7. Tipat Lepet
    Tipat Lepet
    Tipat Lepet

    Tipat Lepet merupakan tipat yang dibuat dari setengah bagian batang busung tanpa lidinya. Tipat ini umunya digunakan pada pelangkiran bayi saat Upacara 3 Bulanan Bayi, jumlah yang digunakan biasanya berjumlah satu kelan (enam buah Tipat Lepet).

  8. Tipat Nasi
    Tipat Nasi
    Tipat Nasi

    Tipat Nasi merupakan tipat yang dibuat dengan mempergunakan satu buah batang busung dengan manyisakan lidi pada pangkalnya dengan panjang kurang lebih 5 cm. Tipat ini umunya dipergunakan untuk pelengkap Banten Pejati, dengan jumlah yang digunakan yaitu satu kelanan (enam buah)

  9. Tipat Sirikan
    Tipat Sirikan
    Tipat Sirikan


    Tipat Sirikan merupakan tipat yang terbuat dari satu bagian batang busung dengan menyisakan lidi pada pangkalnya dengan panjang kurang lebih 5 cm. Tipat ini umumnya dipergunakan pada waktu Upacara Mejauman yaitu upacara ketika pengantin wanita berpamitan pada sanak saudara dan leluhur di Merajan atau Sanggah Kemulan.

  10. Tipat Gong
    Tipat Gong
    Tipat Gong


    Tipat Gong merupakan tipat yang terbuat dari dua buah batang busung dengan menyisakan lidi pada pangkalnya dengan panjang kurang lebih 5 cm. Tipat ini umumnya digunakan untuk dihaturkan pada seperangkat gamelan ketika hendak menabuh baik itu dalam ngayah di Pura, pentas ataupun untuk keperluan Upacara Panca Yadnya.

BACA  Fakta Unik Mengenai Susunan Nama Orang Bali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *