Destinasi Wisata

Objek Wisata Tanah Lot Bali: Sejarah, Mitos, dan Keindahannya

2
×

Objek Wisata Tanah Lot Bali: Sejarah, Mitos, dan Keindahannya

Sebarkan artikel ini
Tanah Lot Drone

Siapa sih yang nggak kenal dengan Pulau Dewata Bali? Dari sekian banyak destinasi wisata yang ada di pulau ini, ada satu tempat yang selalu jadi primadona dan wajib banget masuk ke dalam daftar kunjungan, apalagi kalau kamu baru pertama kali liburan ke Bali. Namanya adalah Objek Wisata Tanah Lot. Tempat ini bukan sekadar tempat wisata biasa, tapi punya daya tarik magis yang bikin jutaan wisatawan lokal maupun mancanegara rela datang jauh-jauh ke sini setiap tahunnya.

Kalau kamu pernah lihat foto pura yang berdiri kokoh di atas batu karang besar di tengah laut dengan latar belakang matahari terbenam yang berwarna jingga keemasan, nah itulah Tanah Lot. Pemandangan aslinya jauh lebih indah daripada yang biasa kamu lihat di layar ponsel atau kartu pos. Suara deburan ombak yang menghantam karang, angin laut yang sepoi-sepoi, ditambah suasana magis dan sakral khas Bali, dijamin bakal bikin kamu terpesona dan susah melupakan momen liburanmu di sini.

Di artikel kali ini, kita bakal bahas tuntas segala hal yang perlu kamu tahu tentang Tanah Lot. Mulai dari sejarahnya yang unik, mitos-mitos yang beredar di masyarakat dan bikin penasaran, waktu terbaik buat berkunjung, sampai tips-tips penting biar liburan kamu di sana makin maksimal. Jadi, siapkan camilan santai kamu dan baca artikel ini sampai habis ya!

Sejarah dan Asal Usul Pura Tanah Lot yang Penuh Keajaiban

Sebelum kita bahas soal spot foto dan keindahannya, ada baiknya kita kenalan dulu sama sejarah di balik berdirinya Pura Tanah Lot. Memahami sejarah suatu tempat itu penting banget lho, karena bisa bikin pengalaman liburan kita jadi lebih bermakna. Nggak cuma sekadar lihat pemandangan yang bagus, tapi kita jadi tahu nilai historis dan spiritual dari tempat yang sedang kita injak.

Menurut cerita yang dipercaya oleh masyarakat Bali secara turun-temurun, Pura Tanah Lot ini punya kaitan yang sangat erat dengan seorang pendeta suci bernama Dang Hyang Nirartha. Beliau ini adalah seorang tokoh spiritual penting yang datang dari Pulau Jawa ke Bali pada abad ke-15 untuk menyebarkan ajaran agama Hindu.

Dikisahkan pada suatu hari, saat Dang Hyang Nirartha sedang melakukan perjalanan spiritual di pesisir selatan Bali, beliau melihat sebuah sinar suci yang memancar dari arah laut. Karena penasaran, beliau mengikuti arah sinar tersebut dan akhirnya menemukan sebuah sumber mata air suci yang letaknya ada di dekat tumpukan batu karang besar. Beliau kemudian memutuskan untuk bermeditasi dan beristirahat di tempat tersebut bersama para pengikutnya.

Namun, kehadiran Dang Hyang Nirartha ternyata tidak disambut baik oleh pemimpin agama setempat yang bernama Bendesa Beraben. Merasa pengaruhnya terancam karena banyak pengikutnya yang mulai beralih mendengarkan ajaran Dang Hyang Nirartha, Bendesa Beraben pun mengusir pendeta suci tersebut dari wilayahnya.

Menghadapi pengusiran itu, Dang Hyang Nirartha tidak marah atau melawan dengan kekerasan. Berkat kesaktian tingkat tinggi yang dimilikinya, beliau memindahkan bongkahan batu karang tempat beliau bermeditasi ke tengah laut. Di atas batu karang itulah kemudian dibangun pura yang kini kita kenal sebagai Pura Tanah Lot. Kata Tanah Lot sendiri konon berasal dari kata “Tanah” yang berarti pulau atau daratan, dan “Lot” atau “Lod” yang berarti laut. Jadi secara harfiah, Tanah Lot berarti daratan yang ada di tengah laut. Keren banget kan ceritanya?

Mitos Ular Suci di Tanah Lot: Percaya Nggak Percaya!

Ular Suci Tanah Lot

Kalau kamu jalan-jalan ke Tanah Lot, kamu pasti bakal sering dengar orang-orang mengobrol soal mitos ular suci. Mitos ini memang sudah jadi salah satu daya tarik tersendiri yang bikin banyak wisatawan penasaran setengah mati. Terus, ceritanya gimana sih?

Ingat cerita Dang Hyang Nirartha yang memindahkan batu karang ke tengah laut tadi? Nah, konon katanya sebelum beliau meninggalkan tempat tersebut, beliau mengubah selendang miliknya menjadi seekor ular besar berbisa. Ular gaib ini ditugaskan untuk menjadi penjaga abadi Pura Tanah Lot dari segala ancaman bahaya dan roh-roh jahat yang ingin merusak kesucian pura.

Sampai sekarang, keberadaan ular suci ini masih bisa kamu temukan lho! Ular ini biasanya bersembunyi di dalam gua kecil yang ada di dasar tebing karang, letaknya tepat di seberang pura utama. Ular ini punya ciri fisik yang unik banget, yaitu tubuhnya berwarna belang hitam putih, persis seperti corak kain poleng yang sering kamu lihat melilit patung-patung atau pohon besar di seluruh penjuru Bali.

BACA  Menikmati Sunset di Pantai Pererenan Bali

Walaupun ular ini termasuk jenis ular laut yang bisanya sangat mematikan, anehnya ular suci di Tanah Lot ini sangat jinak dan tidak agresif. Banyak wisatawan yang sengaja datang ke gua ular suci ini untuk melihat secara langsung, menyentuh dengan lembut, atau sekadar berdoa meminta keselamatan dan rezeki yang lancar. Tentu saja kamu nggak boleh sembarangan menyentuhnya sendirian. Di sana selalu ada pawang atau pemangku adat yang akan menemani dan memandu kamu. Selama kamu punya niat yang baik dan bertingkah laku sopan, ular ini tidak akan menyerang.

Mitos Kutukan Putus Cinta buat Pasangan Kekasih

Selain mitos ular suci penjaga pura, ada satu lagi mitos yang super populer di Tanah Lot, terutama di kalangan anak muda yang sedang kasmaran. Namanya adalah mitos kutukan putus cinta! Kamu pernah dengar nggak soal yang satu ini?

Mitos ini mengatakan kalau kamu datang berlibur ke Tanah Lot bareng pacar atau kekasih yang belum terikat dalam pernikahan yang sah, hubungan kalian berdua bakal kandas atau putus nggak lama setelah pulang dari sana. Waduh, seram juga ya buat yang lagi bucin-bucinnya sama pasangan!

Entah dari mana asal mula mitos ini beredar di masyarakat, tapi cerita ini sudah menyebar luas banget dari mulut ke mulut. Ada yang bilang mitos ini muncul karena dulunya ada sepasang kekasih yang bertengkar hebat dan putus di area Tanah Lot, lalu energi negatif dari pertengkaran itu tertinggal di sana selamanya. Ada juga yang mengaitkannya dengan kesucian tempat tersebut yang menolak pasangan yang belum sah secara agama.

Tapi namanya juga mitos, kembalinya lagi ke kepercayaan masing-masing orang. Banyak banget kok pasangan kekasih yang datang ke Tanah Lot buat menikmati sunset romantis bareng, dan hubungan mereka tetap awet sampai naik ke pelaminan. Kunci utamanya adalah tetap menjaga sikap saling menghargai, berpikiran positif, dan selalu menghormati adat istiadat setempat. Jangan sampai karena terlalu memikirkan mitos yang belum tentu benar, momen liburan seru kamu sama pasangan malah jadi berantakan karena terus-terusan merasa parno.

Beragam Aktivitas Seru yang Wajib Kamu Coba di Tanah Lot

Liburan ke Tanah Lot itu nggak cuma datang, lihat pura, foto sebentar, terus langsung pulang. Ada banyak banget aktivitas seru yang bisa kamu lakukan untuk mengisi waktu santai dan bikin pengalaman liburanmu makin berkesan. Berikut ini beberapa ide aktivitas asyik yang bisa kamu coba:

  1. Berburu Momen Matahari Terbenam yang Menakjubkan Ini adalah alasan utama kenapa ribuan orang memadati Tanah Lot setiap sore. Sunset di Tanah Lot itu juara banget indahnya! Posisi pura yang siluetnya terpampang sangat jelas dengan latar belakang langit yang perlahan berubah warna dari biru menjadi oranye, merah muda, hingga keunguan adalah pemandangan yang nggak ada duanya. Pastikan baterai kamera atau ponsel kamu penuh ya, karena kamu pasti bakal gatal buat terus-terusan memencet tombol kamera.
  2. Mengunjungi Gua Mata Air Suci Selain gua ular suci, di area bawah Pura Tanah Lot juga terdapat sumber mata air tawar suci. Ajaibnya, meskipun sumber air ini berada di pinggir pantai yang air lautnya asin, mata air ini rasanya tawar dan segar lho! Pengunjung diperbolehkan untuk membasuh wajah atau meminum air dari mata air ini. Dipercaya air ini bisa membawa keberkahan, menyembuhkan berbagai penyakit, dan bikin awet muda. Saat kamu ke sana, biasanya akan ada pemangku yang memberikan percikan air suci dan menempelkan butiran beras putih di dahi kamu sebagai tanda berkah.
  3. Nongkrong Santai di Kafe Atas Tebing Kalau kamu malas berdesak-desakan di area bawah dekat pura saat menunggu sunset tiba, kamu bisa melipir perlahan naik ke area tebing di sekitar Tanah Lot. Di sana ada banyak banget deretan kafe dan restoran yang posisinya menghadap langsung ke arah laut lepas dan Pura Tanah Lot. Kamu bisa duduk santai memesan es kelapa muda yang segar, secangkir kopi Bali hangat, atau sekalian makan malam sambil menikmati hembusan angin laut. Suasananya benar-benar syahdu dan bikin pikiran jadi rileks banget.
  4. Belanja Oleh-Oleh Khas Bali di Pasar Seni Di sepanjang jalan masuk dari area parkir menuju ke lokasi pura, kamu bakal melewati semacam pasar seni yang jalurnya lumayan panjang. Di sini berjejer rapi toko-toko kecil yang menjual berbagai macam barang dagangan menarik. Mulai dari pakaian santai khas Bali, kain pantai yang cerah, daster nyaman, kaos barong, sampai aneka kerajinan tangan, lukisan indah, dan pernak-pernik lucu. Kalau kamu jago menawar harga, kamu bisa dapat barang dengan harga yang lumayan miring di sini buat beli oleh-oleh untuk keluarga atau teman sekantor di rumah.
BACA  Pesona Air Terjun Leke Leke di Tabanan, Bali

Lokasi, Harga Tiket Masuk, dan Waktu Terbaik Berkunjung

Secara administratif, Objek Wisata Tanah Lot ini terletak di wilayah Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Kalau kamu berangkat dari bandara internasional Ngurah Rai atau area wisata populer seperti Kuta dan Seminyak, perjalanan menuju ke Tanah Lot memakan waktu sekitar satu sampai satu setengah jam menggunakan kendaraan bermotor. Waktu tempuh ini tentunya sangat tergantung pada kondisi kemacetan di jalanan Bali yang kadang susah ditebak. Rutenya sangat mudah diakses karena banyak penunjuk jalan dan aspalnya sudah sangat mulus, jadi kamu bisa nyaman berkendara pakai motor sewaan atau mobil.

Untuk harga tiket masuknya sendiri terbilang sangat terjangkau kok. Tarif domestik dewasa Rp40.000 dan untuk anak-anak Rp25.000. Untuk wisatawan asing, tiket dibanderol Rp75.000 untuk dewasa dan Rp40.000 untuk anak – anak. Perlu diingat kalau harga tiket ini bisa saja berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola setempat ya, jadi siapkan saja uang tunai pecahan kecil yang cukup di dalam dompet kamu biar gampang bayarnya.

Lalu, kapan sih waktu terbaik buat datang berkunjung ke Tanah Lot? Jawaban paling umum dari semua orang tentu saja pada sore hari menjelang sunset, kira-kira sekitar pukul empat atau setengah lima sore. Di jam segini sinar matahari sudah mulai bersahabat dengan kulit, nggak terlalu panas menyengat, dan kamu punya waktu bebas yang cukup buat berkeliling mengeksplorasi tempat ini dulu sebelum mencari spot foto terbaik buat nonton matahari terbenam.

Tapi perlu kamu catat nih, karena jam-jam sore ini adalah jam operasional yang paling favorit, otomatis area Tanah Lot bakal ramai banget dijejali oleh para pengunjung. Kalau kamu tipe orang yang nggak suka keramaian dan pengen suasana liburan yang lebih tenang buat bikin konten video atau foto estetik tanpa banyak latar belakang orang asing yang lewat, datanglah pada pagi hari. Sekitar jam tujuh atau delapan pagi udara di sana masih sangat segar, lautnya memantulkan warna biru yang cerah, dan pengunjungnya masih sangat sepi. Memang sih kamu nggak bakal dapat pemandangan sunset yang dramatis, tapi keindahan Tanah Lot di pagi hari juga nggak kalah mempesona kok buat dinikmati.

Tips Penting Liburan ke Tanah Lot Biar Makin Nyaman

Biar liburan kamu ke Tanah Lot berjalan super lancar tanpa kendala yang berarti, ada beberapa tips simpel tapi penting yang sebaiknya kamu perhatikan.

  • Pilih Pakaian yang Tepat: Walaupun ini adalah tempat wisata bernuansa pantai, tapi ingat selalu kalau Tanah Lot adalah kawasan pura suci yang sangat disakralkan oleh masyarakat Hindu Bali. Hindari memakai pakaian yang terlalu terbuka. Pakailah pakaian yang sopan, rapi, namun tetap menyerap keringat dan nyaman.
  • Gunakan Alas Kaki yang Aman: Sangat disarankan memakai sandal jepit tebal atau sandal gunung yang bagian bawahnya tidak licin. Kamu bakal banyak berjalan kaki santai, naik turun tangga batu, dan menyeberang genangan air di antara karang-karang yang kadang berlumut saat air laut mulai surut.
  • Bawa Perlindungan Anti Panas: Jangan lupa bawa perlengkapan pelindung dari paparan sinar UV matahari seperti topi lebar, kacamata hitam yang kece, dan tentu saja oleskan tabir surya secukupnya. Panas matahari siang di kawasan pesisir Bali lumayan terik lho!
  • Patuhi Aturan Keamanan: Selalu perhatikan instruksi dari penjaga pantai atau pecalang (petugas keamanan adat) setempat. Kalau air laut sedang pasang tinggi dan ombaknya besar menerjang, jalan akses menuju pura akan tertutup air sepenuhnya. Jangan pernah nekat mencoba menyeberang karena arusnya bisa sangat kuat menarik ke tengah laut dan berbahaya.
  • Jaga Kebersihan: Jadilah wisatawan yang bertanggung jawab dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan di tanah, apalagi sampai membuang sampah plastik kemasan ke dalam laut. Bawa kembali sampahmu di dalam tas atau buanglah langsung di tempat sampah yang sudah banyak disediakan oleh pihak pengelola di sekitar area wisata.
BACA  Wow, Ketahui 4 Bangunan Tertinggi di Bali

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Tanah Lot)

Banyak orang yang masih punya rasa ragu atau pertanyaan seputar objek wisata ini sebelum mereka benar-benar memutuskan untuk datang berkunjung. Berikut adalah daftar beberapa pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh wisatawan beserta jawaban lengkapnya biar kamu nggak bingung lagi.

  1. Berapa lama waktu yang ideal buat jalan-jalan santai di Tanah Lot? Waktu ideal yang direkomendasikan untuk mengeksplorasi seluruh area wisata Tanah Lot secara santai adalah sekitar dua sampai tiga jam. Waktu selama ini dirasa sudah cukup buat kamu berjalan-jalan mulai dari pintu masuk utama, melihat-lihat suasana pasar seni yang ramai, berfoto-foto ria di berbagai spot estetik pinggir tebing, berinteraksi dengan ular suci atau membasuh muka di mata air tawar, dan terakhir duduk santai menikmati pemandangan matahari terbenam.
  2. Apakah wisatawan umum boleh masuk jauh ke dalam area utama Pura Tanah Lot? Secara umum jawabannya adalah tidak boleh. Area utama di bagian dalam Pura Tanah Lot hanya dikhususkan bagi umat Hindu yang ingin melakukan kegiatan persembahyangan dan ritual keagamaan. Wisatawan umum hanya diperbolehkan berjalan-jalan, menikmati suasana, dan mengambil foto dari area pelataran luar pura dan area pantai karang di sekitarnya. Aturan ketat ini dibuat dengan tujuan untuk menjaga kesucian, privasi, dan ketenangan area tempat ibadah.
  3. Bagaimana nasib liburan kita kalau saat datang kebetulan air laut sedang pasang? Kalau air laut sedang pasang tinggi, jalan setapak dari batu karang yang biasanya menghubungkan daratan utama dengan pelataran Pura Tanah Lot akan tertutup ombak laut yang besar. Otomatis kamu tidak akan bisa berjalan mendekat ke pelataran pura, gua ular suci, atau ke sumber mata air suci. Tapi jangan buru-buru kecewa, kamu tetap bisa menikmati keindahan siluet Tanah Lot dari kejauhan atau bersantai dari area tebing di seberangnya. Pemandangan ombak putih besar yang menabrak karang pura dengan keras justru seringkali menjadi atraksi alam yang sangat epik untuk difoto atau direkam.
  4. Apakah gampang mencari tempat makan yang halal di sekitar kawasan Tanah Lot? Tentu saja sangat gampang! Kamu sama sekali nggak perlu khawatir kelaparan atau bingung soal makanan. Di sekitar area parkir kendaraan dan di sepanjang jalan masuk menuju area pura, terdapat banyak sekali deretan warung makan dan restoran yang menyajikan menu makanan halal. Kamu bisa menemukan nasi padang, bakso sapi, mie ayam, hingga restoran besar yang menyajikan aneka olahan hidangan laut atau seafood bakar yang lezat. Selalu ada banyak pilihan makanan yang aman, ramah kantong, dan lezat untuk dikonsumsi oleh wisatawan muslim.
  5. Apakah area wisata Tanah Lot cukup ramah untuk pengguna kursi roda atau kereta dorong bayi? Area dari depan loket tiket, tempat parkir, sampai ke taman terbuka dan pasar seni di bagian atas sangat mudah diakses dengan kursi roda atau kereta dorong bayi karena jalannya sudah beraspal halus, menggunakan paving block, dan konturnya lumayan rata. Dari area tebing atas ini pun kamu sudah bisa melihat pemandangan utuh Pura Tanah Lot dengan sangat jelas dan indah. Namun, jika kamu punya keinginan untuk turun langsung ke area pantai berpasir hitam atau mendekat ke arah karang pura, jalurnya berupa tangga batu yang lumayan curam dan bebatuan karang alami yang tidak rata. Karena kondisi alamnya tersebut, area bawah ini tidak memungkinkan untuk diakses dengan aman menggunakan kursi roda atau kereta dorong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *