Cultuur

Putri Cening Ayu: Lagu Bali yang Penuh Pesan Moral

1
×

Putri Cening Ayu: Lagu Bali yang Penuh Pesan Moral

Deel dit artikel
Putri Cening Ayu

Lagu “Putri Cening Ayu” adalah salah satu lagu daerah (gending rare atau lagu anak-anak) yang sangat populer dari Bali. Di balik nadanya yang ceria dan sering dinyanyikan anak-anak, lagu ini sarat akan makna mendalam tentang kehidupan keluarga, tanggung jawab, dan kasih sayang.

Lirik lagu Putri Cening Ayu

Putri cening ayu

Ngijeng cening jumah

Meme luas malu

Ke peken meblanja

Apang ada darang nasi

Meme tititang ngiring

Nongos ngijeng jumah

Sambilang mekumpul

Ajak titiang dadua

Dimulihne dong gapgapin

(Putri cening ayu)

(Ngijeng cening jumah)

(Putri cening ayu)

(Ngijeng cening jumah)

Meme titiang ngiring

Nongos ngijeng jumah

Meme titiang ngiring

Nongos ngijeng jumah

Putri cening ayu 

 

Arti Lirik Per Bait

Untuk memahami maknanya, mari kita bedah arti dari percakapan antara Ibu (Meme) dan Anaknya (Putri Cening Ayu) dalam lirik tersebut:

  • Bagian Ibu:

    Putri cening ayu, ngijeng cening jumah. Meme luas malu, ke peken meblanja, apang ada darang nasi.

    • Artinya: “Putriku yang cantik, diam/tinggallah di rumah ya. Ibu mau pergi dulu, ke pasar berbelanja, supaya ada lauk-pauk untuk makan nasi.”

  • Bagian Anak:

    Meme titiang ngiring, nongos ngijeng jumah. Sambilang mekumpul, ajak titiang dadua. Di mulihne dong gapgapin.

    • Artinya: “Ibu, saya menurut. Saya akan diam menjaga rumah. Sambil berkumpul/bermain, bersama kami berdua (bersama saudaranya). Nanti kalau pulang, tolong bawakan oleh-oleh ya.”

Makna dan Nilai Kehidupan yang Terkandung

Secara mendalam, lagu ini mengajarkan beberapa nilai budi pekerti yang penting, di antaranya:

  • Ketaatan dan Bakti Anak kepada Orang Tua (Eka Prasetia) Lagu ini menggambarkan sosok anak yang penurut. Ketika ibunya meminta untuk tinggal di rumah menjaga keamanan, si anak tidak rewel atau memaksa ikut, melainkan menjawab dengan sopan (Meme titiang ngiring — Ibu, saya menurut).

  • Tanggung Jawab dan Kemandirian Anak-anak diajarkan untuk berbagi tugas sejak dini. Orang tua bertanggung jawab mencari nafkah/kebutuhan pangan (ke peken meblanja), sementara anak bertanggung jawab menjaga rumah (ngijeng jumah) dan menjaga keharmonisan dengan saudaranya (ajak titiang dadua).

  • Hubungan Kasih Sayang yang Hangat Panggilan “Cening Ayu” merupakan panggilan sayang dari orang tua di Bali untuk anak perempuannya. Hubungan ini timbal balik: orang tua menyayangi anak dengan memenuhi kebutuhannya, dan anak menghormati orang tua dengan menjaga amanah. Permintaan gapgapin (oleh-oleh) juga menunjukkan interaksi psikologis yang manis dan wajar antara anak dan orang tua.

  • Gambaran Kehidupan Masyarakat Bali Tradisional Lagu ini merefleksikan kesederhanaan hidup masyarakat Bali zaman dulu, di mana pasar tradisional menjadi pusat kehidupan ekonomi, dan kebersamaan di dalam rumah (jumah) adalah pondasi utama kebahagiaan keluarga.

LEZEN  Het Geheim Achter Helder Maanlicht en Diepe Duisternis: Kennismaken met Purnama en Tilem in Bali

Geef een reactie

Je e-mailadres wordt niet gepubliceerd. Vereiste velden zijn gemarkeerd met *